Senin, 10 November 2014

Dr Aviliani, Ekonom: Bertani Tidak Menguntungkan, Ekstensifikasi Lahan Harus Ditinggalkan

Minggu, 9 November 2014

Ekonom Dr Aviliani menyebutkan , selama ini, sektor usaha pertanian, khususnya yang digarap petani kecil sangat tidak menguntungkan. Itu yang menyebabkan sektor ini selalu tidak pernah mencapai sasaran yang ditetapkan.  “Petani tak menikmati nilai tambah yang besar dari lahan yang digarapnya,” katanya.

Menurutnya, wacana  program ekstensifikasi lahan untuk menambah produksi pertanian harus segera ditinggalkan. “Lahan kita sudah sulit. Rata-rata petani kita hanya punya lahan 0,3 haktare. Karena itu, perlu dipikirkan bagaimana bisa mensejahterakan petani dengan areal yang minim itu,” katanya.

Pemerintahan ke depan, katanya, harus mengoptimalkan peran lembaga-lembaga yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani lewat  penyiapan lahan yang baik, pemeliharaan tanaman dan akses pemasaran paska panen yang terencana.

“Peran penyuluh harus kembali diaktifkan. Lembaga-lembaga seperti Bulog yang siap membeli produksi petani dengan harga yang layak harus dikembangkan. Kalau perlu Bulog kembali  menangani  pengamanan pasokan sembilan bahan pokok seperti era Orde Baru lalu,” katanya.

Selama ini, kemampuan Bulog belum dioptiomalkan. “Padahal, mereka punya gudang yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Dengan meningkatkan peran Bulog dalam melakukan pembelian produksi pertanian  petani, Bulog bisa mengoptimalkan gudang-gudang di daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda). “Yang terpenting, program itu harus dilakukan secara  transparan untuk menghindari penyimpangan seperti yang terjadi di masa lalu,” katanya.

Menurutnya, petani harus didorong membentuk kelompok dengan menjamin produksinya dibeli Bulog.  “Itu semacam insentif agar petani bergabung dalam kelompok,” katanya.

Dengan fungsi penyangga ada di lembaga semacam Bulog, pemerintah akan mudah mengatur pasokan bahan pokok sehingga harga bisa terkendali karena pasokan yang memadai. “Petani  akan diuntungkan karena ada kepastian pembeli, masyarakat juga diuntungkan karena harga lebih stabil,” katanya.

Karena itu, Avi mendorong pemerintahan mendatang punya lembaga khusus yang siap menampung produksi bahan pangan petani.”Siapa yang memegang, apa Bulog atau lembaga baru terserah. Yang penting fungsi itu harus dijalankan sehingga petani lebih bergairah dalam menanam,” katanya.

Dengan  kepastian pembeli hasil produksinya, perbankan dipastikan akan lebih mudah masuk memberikan pembiayaan kepada petani.

“Pembinaan yang baik, kepastian pasar dan permudah akses petani terhadap pembiayaan. Bila itu bisa diwujudkan, produksi pasti akan naik sehingga kita tidak lagi tergantung impor untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri,” papar Avi. iin  achmad

http://www.agrofarm.co.id/read/pertanian/1074/dr-aviliani-ekonom-bertani-tidak-menguntungkan-ekstensifikasi-lahan-harus-ditinggalkan/#.VGCIsTSsXyQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar