Minggu, 01 Juni 2014

Pertanian Tak Sehat, Indonesia Terancam Bencana Pangan

Minggu, 1 Juni 2014

Jakarta - Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Yogjakarta prihatin soal ketahanan pangan yang saat ini berpotensi menjadi ancaman bencana pangan di masa depan. Hal itu terjadi tata kelola sektor pertanian yang tidak sehat.

"Jika terus dibiarkan berlarut maka pangan Indonesia sebagai negara agraris tidak akan menjadi pilar utama perekonomian bangsa. Indikasi tata kelola pangan yang tidak sehat antara lain tampak pada impor pangan yang semakin meningkat dalam 10 tahun terakhir," ujar Haryadi Himawan Ketua Panitia Seminar tentang "Kedaulatan Pangan Sebagai Pilar Utama Kedaualatan Pangan" yang diselengarakan oleh Kagama di Jakarta Selatan, Minggu (1/6) siang.

Hadir dalam seminar itu antara lain Ketua Umum Kagama Sri Sultan Hamengkubono ke X, Rektor UGM Pratikno, Budhi Karya Sumadi (stering comite acara seminar, serta ratusan alumni UGM dari berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut Haryadi mengatakan, Kagama menyoroti siapa yang menikmati subsidi pupuk, peningkatan anggaran pemerintah untuk sektor pertanian selama 10 tahun terakhir hingga 600 persen. Juga konversi lahan subur berubah menjadi areal permukiman dan industri.

"Ancaman bencana pangan ini akan lebih parah terkait dengan dampak perubahan iklim pada saat ini dan masa yang akan datang," katanya.

Rektor UGM Pratikno mengatakan, manifesto kedaulatan pangan akan disampaikan kepada pemerintah di masa yang akan datang. Manifesto kedaulatan pangan yang jatuh pada 1 Juni 2014 merupakan momentum bersatunya Kagama dengan petani untuk berjuang bersama-sama mewujudkan kadaulatan pangan Indonesia.

Beberapa tahun ke depan, kata Pratikno, UGM akan mengedepankan isu kedaulatan pangan. Karena dalam 10 tahun terakhir, negeri ini dibanjiri produk luar padahal pondasi utama kedaulatan pangan dan energi.

"Kedaulatan pangan bukan berarti menutup diri. Produk kita harus mampu bersaing dan dicintai rakyat Indonesia.
Tanpa melanggar komitmen pada pasar bebas, kita masih bisa mengendalikan arus perdagangan global dan memberi kesempatan kepada produk dalam negeri," ujar Pratikno.

http://www.beritasatu.com/nasional/187341-pertanian-tak-sehat-indonesia-terancam-bencana-pangan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar