Minggu, 08 Juni 2014

Wamentan: Harga Pupuk Subsidi Tak Boleh Naik Karena Tahun Politik

Minggu, 8 Juni 2014

Malang -Usulan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono terkait kenaikan Harga Pokok Pembelian (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di 2014 dipastikan tak akan dipenuhi. Opsi kenaikan harga pupuk subsidi tak akan diambil pemerintah karena alasan tahun ini merupakan tahun politik.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan tahun ini banyak faktor yang menyebabkan Harga Pokok Pembelian (HPP) di tingkat produsen naik luar biasa, yaitu karena kurs rupiah yang melemah dan harga gas industri yang juga naik. Sehingga ada usulan dari kementeriannya harga pupuk subsidi naik, agar kebutuhan petani terhadap pupuk subsidi bisa dipenuhi.

"Tapi karena harga eceran tertinggi nggak boleh naik karena tahun politik, akhirnya yang jadi korban itu volume pupuknya, kalau kebutuhan riil itu 9,5 juta ton tapi yang sudah kita salurkan dengan Rp 18 triliun itu cuma 7,8 juta ton jadi kekurangannya itu sekitar 1,7 juta ton," kata Rusman dalam acara Pekan Nasional XIV Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) yang berlangsung sejak tanggal 7-12 Juni 2014 Pendopo Diknas Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (8/6/2014)

Rusman mengatakan, dampaknya pupuk di lapangan menjadi langka. Padahal pasokan pupuk di pabrik pupuk BUMN masih berlimpah, namun karena tak ada kenaikan HPP maupun HET maka pabrikan pupuk tak mau menjualnya.

"Barangnya ada tapi para penyalur pupuk tidak bisa berbuat banyak. Akibatnya pupuk kurang di mana-mana. Kalau pupuk komersialnya ada tapikan kita tidak bicara ada atau tidak," katanya.

Ia mengatakan harga pupuk subsidi jauh lebih murah dibandingkan harga pupuk non subsidi. Pupuk subsidi hanya dijual Rp 1.700/Kg, sedangkan harga non subsidi bisa mencapai Rp 4.000/Kg.

"Oleh karena itu dalam rapat pangan dengan menko kita mencari solusi bagaimana volume yang 9,5 juta ton itu dikembalikan," katanya.

Seorang anggota KTNA Kalimantan Selatan Hadi mengeluhkan soal pasokan pupuk bersubsidi yang langka di wilayahnya.

"Kendala kami yang pertama, permasalahan pupuk. Mungkin pupuk ini juga dirasakan di tempat lain. Itu susah cari pupuk bersubsidi. Kalau memang tidak ada bersubsidi, kita beli ya nggak usah disubsidi," katanya

Berdasarkan proyeksi kebutuhan pupuk tahun ini mencapai 9,55 juta ton dengan dibutuhkan dana mencapai Rp 22,18 triliun, sementara APBN 2014 menganggarkan subsidi pupuk tahun ini mencapai 7,78 juta ton dengan anggaran mencapai Rp 21,04 triliun.

http://finance.detik.com/read/2014/06/08/155722/2602369/4/wamentan-harga-pupuk-subsidi-tak-boleh-naik-karena-tahun-politik?f9911023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar