Selasa, 18 Agustus 2015

Kedaulatan pangan terus dipacu

Selasa, 18 Agustus 2015
Kedaulatan pangan terus dipacu

JAKARTA. Pemerintah terus memacu peningkatan produksi pangan pokok seperti beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging sapi serta ikan. Guna mencapai target tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2016 disektor kedaulatan pangan ditingkatkan.

Tahun 2016 anggaran kedaulatan pangan ditetapkan sebesar Rp 126,6 triliun, atau meningkat tipis 0,5% dibandingkan tahun ini Rp 125,9 triliun. Dari anggaran dana kedaulatan pangan yang ditetapkan untuk tahun 2016, perinciannya sebesar Rp 50,4 triliun dialokasikan melalui belanja kementerian atau lembaga (K/L) dan Rp 76,1 triliun dialokasikan melalui belanja non K/L.

Terdapat tiga kementerian yang memegang peran penting di dalam prioritas kedaulatan pangan, yaitu Kementerian Pertanian (Kemtan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Alokasi Kementerian Pertanian pada tahun 2016 sebesar Rp 32,9 triliun secara penuh diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, antara lain melalui perluasan areal persawahan dengan pencetakan sawah baru serta upaya untuk meningkatkan produktivitas terutama untuk bahan pangan pokok.

Anggaran kedaulatan pangan pada Kementerian PU-Pera sebesar Rp 6,6 triliun, diarahkan terutama untuk membangun jaringan irigasi untuk pertanian. Sedangkan alokasi pada KKP sebesar Rp 11 triliun diarahkan antara lain untuk meningkatkan produksi baik perikanan tangkap, perikanan budi daya, serta produk perikanan lainnya.

Sementara itu, untuk alokasi belanja non K/L diprioritaskan untuk kegiatan penyaluran subsidi pangan, subsidi pupuk, pemberian alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), penyediaan cadangan beras pemerintah (CAD), serta cadangan stabilisasi harga pangan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, selain terus meningkatkan anggaran sebagai upaya peningkatan produksi, langkah lain yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut melakukan akselerasi terhadap regulasi dan rantai pasok. "Kalau tahapan ini dilalui dengan baik, maka 3 tahun swasembada seperti padi dapat kita capai," kata amran, Senin (17/8).

Beberapa komoditas yang menjadi fokus utama pemerintah dalam mencapai kedaulatan pangan tersebut adalah produksi padi sebanyak 76,2 juta ton, jagung 21,4 juta ton, kedelai 1,8 juta ton, gula 3,3 juta ton, daging sapi dan kerbau 0,59 juta ton, dan produksi ikan 14,8 juta ton.

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono pernah mengatakan bahwa program pembangunan bendungan tetap menjadi skala prioritas dikementeriannya sebagai upaya untuk mendukung kedaulatan pangan. "Pembangunan delapan waduk untuk tahun depan tetap dilakukan," kata Basuki.

Delapan bendungan tersebut antara lain, bendungan Ciawi di Jawa Barat, bendungan Sukamahi di Jawa Barat, bendungan Kolhua di Nusa Tenggara Timur (NTT), bendungan Rukoh di Aceh, bendungan Kuil di Sulawesi Utara, bendungan Sukoharjo di Lampung, bendungan Cipanas di Jawa Barat, dan bendungan Sindangheula di Banten.

http://nasional.kontan.co.id/news/kedaulatan-pangan-terus-dipacu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar